Perselingkuhan, Salah tetapi Susah Marah!

Sebenci apapun Gemintang Nyala Agnimaya ke Mahardiani Kusumaningrum, dia sadar Ani hanya perempuan yang berharap bisa menemui, memegang erat, atau memeluk Rei Kaif. Ani hanya berakhir sebagai masa lalu. Namun Ika Prasetyo Kusumawati berhasil mencicipi legitnya memadu tubuh dengan Rei Kaif. Bagaimana Nyala tidak murka? Tubuh yang seharusnya hanya milik seorang Nyala, terencana dan sadar Rei Kaif membagi. Pherek ini dengan gegap gempita penuh peluh, luluh. Nyala tahu pasti selembut apa sentuhan Rei Kaif.

“Sayang, mau gaya apa?”

Ash-you! Nyala jijik melihat tubuhnya masih menghamba. Masih nyaman dengan pengkhianatan Rei Kaif. Ini yang dibilang kalau cinta, tai kucing juga rasa coklat. Sebuta rasa itu. Arrrgh…

Terus-menerus menemukan pembelaan untuk bertahan. Mau menyalahkan Rei Kaif jiga gagal. Usaha sia-sia karena Nyala masih sangat mudah percaya kata-kata Rei Kaif.

“Khilaf, Sayang.”

Dari 2012 lho PDKTmu. Nge-like setiap foto selfie si Pherek yang pastinya langsung berpesta pora. Aku di-notice akhirnya. Setelah satu Sekolah Menengah Utama, Rei Kaif gagal menerima kodenya.

2017, Nyala di posisi mentally breakdown karena proses penyembuhan dari kelahiran anak kedua yang membuatnya hampir gila.

2019, Nyala gila karena Pherek mengirimkan foto dan video yang akhirnya membongkar semua perzinahan. Nyala rusak se-rusaknya karena Papah yang seharusnya jadi benteng terakhir kok malah mencuci otaknya dengan gaya khas patriarki, “Kamu perempuan yang salah dong! Kurang berarti servismu.”

Fu*k kata Nyala mah. Marah wajar dong. Seorang ibu pulih dengan otaknya setelah melahirkan butuh waktu 2 tahun. Belum lagi ngurusin tubuh yang meng-gembrot. Kok tega ya seorang suami dan papahnya menyerang dengan telak: SALAH KAMU TIDAK BISA DIAJAK BERCINTA. Padahal kalau mau selingkuh dengan tubuh gembrot, Nyala juga bisa. Dipikir tidak ada yang memandang Nyala menarik? Juragan sapi, berondong bermobil pajero sport, belom lagi rekan-rekan freelancer. Anda pikir anda sekeren apa Rei Kaif?

Nyala menang melawan egonya. Nyala sampai titik darah penghabisan nifas, berjuang melawan iblis berisik di kepalanya. Nyala hanya gagal memenangkan perang dengan hormonnya. Dia tidak ingin Rei Kaif menyentuh tubuhnya. Dan itulah yang membuat Rei Kaif memenangkan iblis di kepalanya. Ditambah ada Pherek dengan tangan terbuka begitu lebar menyambut Rei Kaif. Jadilah.

Nyala sembunyi-sembunyi mencari info tentang si Pherek. Ada dua bukti kuat yang dia pegang untuk menghukum Pherek yang masih terus-menerus bersikap, Rei Kaif miliknya. Padahal Pherek punya anak perempuan. Masih saja pasang muka badak inging memiliki Rei kaif. Nyala jadi tidak terima. Enak saja rumah tangga yang dia bangun, terancam hancur sementara rumah tangga Pherek baik-baik saja. oh tentu tidak adil. Nyala memasang foto profil di dating apps dengan foto Pherek yang paling terlihat cantik dari pilihan-pilihan wajah yang menghitam. Edit sedikit lah. Biar ada yang tertarik. Bukan hal sulit buat Nyala.

“Eh Ika, ini beneran kamu kah? Kok ada foto telanjangmu dipampang di situs Open Booking Out (BO). Tarifnya fantastis tetapi bodymu kok kureng. Gak cocok lah sama harganya. Butuh uang apa sekedar belaian yak?”

Grup alumni ramai saat itu. Rei kaif menatap nanar foto terakhir yang dikirim salah satu teman alumninya.

“Rei, istrimu sudah tahu belom?”

Nyala pertanyaan teman Rei Kaif membuatnya puas. Ini belum apa-apa duhai Rei Kaif. Mari menggila bersama. Tetap satu rumah, tidak akan ada bekas suami atau mantan istri. Hanya teror demi teror agar rumah tangga menjadi ceria, tidak gitu-gitu saja.

*****



Kok pas berdua sama selingkuhan itu hidup serasa lebih mudah dan lebih nyaman? Ya gimana mau gak nyaman kalau sama selingkuhan kan yang diomongin pertemuan selanjutnya nginep di hotel mana, terus pake lingerie atau bokser yang model apa, mau foreplay dengan variasi es krim di penis atau vagina. Pertemuan dihiasi ketawa-ketiwi. Sementara pas deep talk sama pasangan sah yang di eksplorasi tentang utang kemana lagi nih buat bayar daftar ulang anak terus cari solusi tagihan listrik yang sudah nunggak dua bulan. Belom lagi cicilan kredit mulai mengancam keselamatan. Pembicaraan diwarnai kepenatan.

Ingat ya besti, dilarang nanggepi suami atau istri orang. Namun bila suami atau istri orang suka duluan terus nekat mencintaimu maka gasss besti. Nanti bisa dibantu klarifikasi. Namun ingat, pacaran sama PASANGAN SAH ORANG itu jangan pakai hati! Cukup ketemu, having sex, dan sampai jumpa lagi. Kamu baper, kamu kalah.

Lakinya punya bini. Perempuannya punya suami. Yang salah siapa? Pasti bini sah lah. Gak bisa dandan, gunung kembar dah gak tegak berdiri, terus vagina longgar dan kering kerontang. Siapa yang disalahin? Harusnya laki sah kan. Bukannya dimodalin malah milih tidur sama yang lain.

“Deg-degan pengen ketemu suami orang. Pakai baju apa ya biar terlihat cantik dan seksi. Ah, pakai yang ada aja lah. Pas ketemu paling otomatis disuruh lepas baju.”

“Gak sabar ih mau ena-ena sama bini orang. Obat kuat ah, jangan sampai belom keluar udah letoy duluan.”

Suami atau bini orang itu memang tempat paling nyaman walaupun tidak bisa selalu dalam genggaman. Justru itulah yang bikin semakin menegangkan. Setiap beberapa bulan sekali sampai keluar putusan resmi perpisahan atau ketahuan. Terus ngebayangin pas sudah keluar tetapi masih tetap di dalam, gak harus buru-buru dilepasin. Gimana ya rasanya? Cuma bayangan sepertinya. Kan suami atau bini orangnya gak bertepuk sebelah tangan. Ya gak perlu grogi kalau dipeluk, tinggal mendesah sambil minta, “Remes dong sayang, Remes!”

Melelahkan tetapi ini konsekuensi yang harus dihadapi untuk kenikmatan yang tak hakiki. Toh untuk hepi-hepi menawarkan, “Sayang, kamu mau susu yang kiri dulu atau susu yang kanan dulu.”

I need your scent on my skin. I need your taste in my mouth. I need your breath in my lungs. I need you to live inside me. Rambut sudah dijambak, leher sudah dicekik. Bukannya lapor polisi eh malah ganti posisi. Aku mau kamu yang ganti posisi. Cuma kamu yang mampu bikin aku bertanduk.”

Pokoknya sampai ketahuan. Barulah dicari jalan apakah tetap bersama atau perpisahan.

Kebanyakan pasangan yang mengetahui suami atau istri berselingkuh, memilih untuk mempertahankan pernikahan. Diselingkuhin, tidak diprioritasin, bahkan dikasarin; tetap memilih antara hancur bersama dalam pernikahan yang sudah rusak atau bertumbuh bersama yang artinya berusaha untuk mengobati diri agar pernikahan semakin kuat.

Rata-rata istri yang bertahan bukan karena janji surga tetapi karena rasa jijik untuk membiarkan laki baru menyentuh tubuhnya. Jijik karena membayangkan saja sudah terasa seperti perselingkuhan baginya. Kenapa sebagai suami sah, sehebat apapun pertengkaran atau sekesal apapun atau semarah apapun; suami sah tidak memilih untuk meminta maaf duluan, memastikan marah istrinya reda, dan membuka satu per satu kancing bajunya hingga mendesah bersama terus berganti-ganti gaya. Payudaranya sama. Lubang vaginanya juga sama. Kenapa harus cari yang lain kalau ternyata sama fungsinya. Hah! Adrenalin rush? Main di dapur pas anak tidur siang juga sama sensasinya. Sama-sama takut ketahuan. Curi-curi ciuman waktu anak fokus nonton tv apalagi tangan menyelusup masuk di sela-sela bra apalagi. Sangat bisa naikin ‘tinggi’ tandukmu. Lantas ini tentang apa? Tentang ujian hati. Suami kurang maksa hati untuk mengikat nafsu. Istri kurang maksa hati untuk berdamai dengan kesepian.

Untuk beberapa saat, bisa bulan atau tahunan, istri sah akan bergelut dengan trauma batin. Bagaimana dengan laki sah yang diselingkuhi? Banyak juga kok yang memaafkan dan bertahan. Mencari bantuan profesional agar bisa bertahan. Bisa jadi seberisik perempuan. Cuma jarang terekspos.

Ujian terlewati, pernikahan semakin kuat. Gagal dalam ujian, bisa remidi atau pisah saja sekalian.

*****

Sadari ya, perasaan marahmu adalah bentuk cinta dari tubuh dan jiwamu.  Karena manusia cenderung lebih suka melihat bagian negatif daripada positifnya, kebanyakan mereka hanya menyalahkan mereka yang sedang marah. Ya siapa yang peduli alasan seseorang yang sedang marah tersebut. Padahal, perasaan marah bukan berarti kamu negatif dan salah. Tentu saja tidak membenarkan kerusakan yang diakibatkan kemarahan (membanting piring, melempar botol hingga lawan bicara terluka, atau menembak hingga lawan bicara meninggal). Marah pada dasarmya adalah respon wajar bahwa tubuh dan jiwamu tidak menerima atau mentoleransi lagi lawan bicara yang menyakiti mentalmu sehingga tubuhmu berontak untuk berusaha melindungimu. Marah merupakan bentuk cinta terhadap diri sendiri dan hak setiap makhluk yang bernyawa. Jangan langsung menyalahkan diri sendiri melainkan dengarkan jiwamu. Apa yang ingin disampaikan. Terima dulu hingga kamu tidak dikontrol marahmu. Sebab bila  bereaksi berlebihan dengan marahmu maka kamu lagi dan kamu lagi yang bakalan disalahin. (rangkuman dari konten @iseamyself)

Cara berkomunikasi yang baik saat marah menurut dr, Jiemi Ardian, SPKj:

     Saat marah harus berbicara sesingkat mungkin. Pembicaraan bukan hanya mendeskripsikan kejadian.Harus bisa menyampaikan; perasaan, penyebab, harapan. Contoh: “Sayang, aku    merasa kamu melindungi selingkuhanmu (perasaan) karena kamu gak mau cerita detil yang jadi puzzleku (penyebab). Maunya aku, kamu cerita detil. Gak papa sakit tapi kan hatiku dapat jawaban (harapan).

(1368)


Komentar

  1. berhasil bikin aku sesaat terjerembab sampai matanya lembab.. aiish

    BalasHapus
    Balasan
    1. bu Ren terima kasih sudah mampir. Sungguh membuat jadi semangat di sela-sela kelelahan yang sedang hinggap. Maturnuwun. ^_^

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  2. Klik story cilok knp aq baca yg ini ya 🙃

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kenapa? Kok sampai jungkir balik? 😅

      Hapus

Posting Komentar